Penyakit Neurodegenerative Seperti Parkinson dan Alzheimer

memegang barang sering jatuh, benda di tangan sering jatuh, penyebab tremor tangan, penyakit pelupa di usia muda, ciri ciri penyakit als, penyebab penyakit als

Dalam banyak hal kasus keluhan kesehatan yang secara umum terjadi pada kalangan manula adanya berbagai macam jenis penyakit neurodenerative seperti parkinson dan alzheimer. Penyakit neurodeneratif senantiasa selalu dihubungkan dengan jenis penyakit yang lebih umum terjadi pada manula atau lansia faktanya penyakit neurodenerative hasil kajian sekarang ini bisa terjadi pada kalangan usia muda juga. Maka sangat penting untuk mengenali lebih lanjut apa yang dinamakan dengan penyakit neurodenerative itu.

Dalam memiliki fisik dan psikis yang sehat tentunya merupakan salah satu cita-cita bagi setiap kalangan termasuk kalangan manula sekali pun. Jika kondisi berlainan dengan kenyataan misalnya selalu dihantui oleh banyak jenis penyakit seperti penyakit diabetes, komplikasi jantung, penyakit asam urat, rematik, tekanan darah tinggi hingga penyakit parah berupa stroke selalu menjadikan fisik dan psikis terganggu alias jatuh sakit.

Kondisi yang berangsur-angsur mengalami gangguan kesehatan terutama pada kalangan manula bisa termasuk dalam jenis penyakit neurodenerative seperti parkinson dan alzheimer. Penyakit neurodenerative merupakan salah satu jenis penyakit cukup patal bagi kalangan manula dimana fungsi kerja dan jaringan tubuh termasuk organ tubuh mengalami penurunan fungsi secara berturut-turut seiring bertambahnya usia seseorang baik dari kalangan wanita manula atau laki-laki lanjut usia. Penyakit neurodenerative juga menjangkit area sistem saraf pusat otak sehingga keseluruhan organ dan jaringan tubuh menjadi terganggu.

Penyakit neurodengerative bisa di picu oleh berbagai faktor penentu sehingga mengakibatkan adanya gangguan baik secara fisik mau pun secara psikis dari dalam diri sendiri. Terdapat jenis penyakit neurodenerative yang lebih umum terjadi bukan hanya pada kalangan manula saja melainkan untuk usia muda pun dapat mengalaminya tidak termasuk kalangan anak-anak yang memicu penyakit neurodegenerative.

Penyakit neurodenerative yang menyerang sistem saraf pusat, diantaranya salah satu sistem organ yang sangat penting dan vital sekali diakibatkan semua sistem kerja jaringan dan sistem lain di tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat yang terletak di bagian dalam otak. Diantara sistem yang dikendalikan bermula diantaranya dari sistem pernafasan hingga sistem pergerakan yang telah di atur melalui sistem motorik (gerak) yang begitu kompleks dan begitu rumitnya.

Penyakit neurodegenerative seperti parkinson dan alzheimer memang selama ini diibaratkan kondisi yang sangat membahayakan sekali bagi kesehatan terutama bagi kalangan manula. Memang selama ini penyakit tersebut lebih mendominasi kalangan manula jika dibandingkan dengan kalangan yang usianya belum tergolong paruh baya alias masih muda. Penyakit neurodegenerative seperti parkinson dan alzheimer sangat jarang sekali ditemui pengobatannya karena hingga sangat saat ini hanya ada terapi khusus dalam mengatasi kedua keluhan kesehatan tersebut.

Diantara jenis penyakit neurodegenerative seperti parkinson dan alzheimer terlebih dahulu harus mengenal akan pengertiannya secara seksama dan secara rinci. Maka hal yang pertama kali akan di bahas tentang penyakit neurodegenerative yang menyerang bagian saraf pusat di otak salah satunya penyakit parkinsn baru kemudian di susul dengan jenis penyakit neurodegenerative lainnya yakni penyakit gangguan otak alzheimer.

■ Penyakit Parkinson Desease

Penyakit parkinson merupakan salah satu penyakit neurodenerative yang menyerang sel saraf pusat di bagian otak secara perlahan-lahan jenis penyakit ini mengganggu sistem saraf terutama fungsi sistem pergerakan tubuh dengan ditandai adanya gejala tremor (gemetaran halus) di area jari jari tangan secara tidak sengaja atau saat sedang dalam istirahat dan mendadak sekali terjadinya.

Penyakit parkinson dengan terjadinya berbagai gejala yang mengganggu sistem pergerakan tubuh diantaranya tremor pada jari tangan. Bahkan bukan hanya itu saja yang terjadi bagi sebagian kecil kalangan yang mengalami penyakit parkinson melainkan muncul kekakuan otot, gerak yang kaku mudah lemah dan gemetaran mendadak ketika sedang melakukan aktivitas dan sedang istirahat juga tidka luput terjadi gejala penyakit parkinson.

Usai terjadinya gejala awal dari penyakit parkinson atau tremor pada kalangan manula akan ada kejadian atau kondisi lain yang menyusul setelah gejala awal penyakit parkinson antara lain sebagai berikut :

■ Otot-otot gerak menjadi kaku dan tidak dapat terkendali dengan kurun waktu sebentar.

■ Terjadinya tremor yang semakin lama semakin meluas dari mulai sistem pergerakan jari jemari tangan bahkan hingga bisa terjadi ke seluruh anggota gerak tangan misalnya pergelangan tangan.

■ Mengalami penurunan koordinasi gerak sehingga tidak seimbangnya tubuh yang menjadikan penderita mudah tersungkur jatuh dan tidak mampu bangkit berdiri.

■ Secara umum kalangan penderita parkinson akan mengalami keluhan kesehatan seperti adanya gejala sembelit atau susah buang air besar setiap harinya sehingga penderita merasa kewalahan akan kondisinya yang sangat memberatkan tersebut.

■ Hampir secara keseluruhan pengidap penyakit parkinson akan merasakan begitu banyak jenis gejala keluhan kesehatan yang terjadi dengan terganggunya bagian fungsi lain dari tubuh misalnya saja pengidap penyakit parkinson akan lebih mudah buang air kecil sembarangan alias beser dimana pun dan kapan pun.

■ Gejala lain yang sering terjadi setelah gejala awal penyakit parkinson diantaranya penderita parkinson akan sangat kesulitan untuk bisa tidur dan mengalami kondisi kesehatan insomnia. Lain pula dengan kejadian lain sebagai gejala penyakit parkinson diantaranya muncul kekurangan daya indera penciuman yang awal mulanya saat muda begitu tajam lama kelamaan menjadi turun indera penciumannya.

■ Penderita penyakit parkinson terutama kalangan manula yang terjadi akan lebih mudah mengalami masalah psikis atau psikoligisnya misalnya dirinya mudah cemas, mudah maragm mudah sedih bahkan mudah tersingggung. Bahkan yang lebih parahnya lagi untuk penyakit parkinson dapat memicu tingkat stres yang cukup serius sehingga dirinya rentan mengalami keluhan kesehatn stroke.

Sementara ini dalam hal untuk kasus penyakit parkinson sebenarnya dari dulu hingga sekarang terus meneru mengalami peningkatan secara derastis dimana hampir 10 juta orang dengan keluhan kesehatan mengalami penyakit parkinson desease. Secara keseluruhan setiap kalangan usia dari berbagai jenis kelamin baik itu perempuan atau pun kalangan laki-laki tentunya akan terasa ketika menginjak usia sekitar 50  tahunan lebi atau di kenal usia paruh baya.

Penyebab penyakit parkinson

Penyakit parkinson dapat memengaruhi secara kecil bagian otak tengah yang di kenal dengan istilah substansia nigra dengan mengirimkan sinyal pesan ke berbagai saraf di tulang belakangan dan mengendalikan otot-tot seluruh tubuh. Sinyal pesan yang akan ditransmisikan ke otak untuk melaju pada sel saraf dan otot-otot gerak tubuh dengan memanfaatkan senyawa kimia neurotransmitter. Diantara jenis senyawa kimia di dalam otak yang paling berpengaruh untuk mengantarkan sinyal pesan diantaranya senyawa kimia dopamine.

Penyakit parkoinson disebabkan terjadinya kekurangan dopamine dalam otak yang mengakibatkan aktivitas otot dan otak tidak berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Faktor yang mengakibatkan kekurangan dan penurunan dopamine hingga sampai saat ini masih belum diketahui secara jelas berdasarkan berbagai kajian para ahli.

Segala pengaturan gerak yang terjadi dari tubuh sangat dipengaruhi oleh sel dopamine ketika jumlah dopamine menurun maka akan mengakibatkan aktivitas otak akan menjadi tidak berfungsi dengan baik. Hal tersebut yang mengakibatkan terjadinya ciri-ciri dan gejala penyakit parkinson khususnya pada kalangan manula.

■ Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu kondisi keluhan kesehatan yang ditandai dengan penurunan fungsi daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan pola perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya menyebarluaskan dan perlahan-lahan.

Pada tahap awal, ketika seseorang yang terkena penyakit Alzheimer secara umum akan terlihat mudah lupa, dari mulai lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

Seiring perkembangan waktu, gejala akan meningkat. Penderita penyakit Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif. Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat, berjenis kelamin wanita, berusia di atas 65 tahun, memiliki orang tua atau saudara kandung yang sakit Alzheimer, memiliki riwayat penyakit jantung, dan pernah mengalami luka berat di kepala.

Tujuan pengobatan dalam kasus penyakit Alzheimer adalah untuk memperlambat perkembangan gejalanya saja karena penyakit ini belum bisa disembuhkan. Selain dengan pemberian obat-obatan, penanganan dari aspek psikologis melalui stimulasi kognitif juga harus diterapkan guna memperbaiki ingatan penderita, memulihkan kemampuannya dalam berbicara dan memecahkan masalah, serta membantunya memperbaiki kemampuan berbicara.

Penderita Alzheimer umumnya hidup sekitar 8-10 tahun setelah gejala muncul, namun ada juga beberapa penderita lain yang bisa hidup lebih lama dari itu. Meski penyakit Alzheimer belum ada obatnya, bentuk-bentuk penanganan yang ada saat ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan kondisi serta meredakan gejala-gejalanya.

Karena itu, segera temui dokter jika daya ingat Anda mengalami perubahan atau Anda khawatir mengidap demensia. Penyakit Alzheimer yang dapat terdiagnosis sejak dini memberikan Anda lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan. Selain itu, Anda akan mendapatkan penanganan medis lebih cepat yang bisa sangat bermanfaat.