Penyakit Parkinson Disebabkan Oleh Otak Kekurangan Dopamin Sehingga Kontraksi Otot Tak Terkendali

penyebab penyakit parkinson, cara mengobati penyakit parkinson, penyakit parkinson pdf, gejala parkinson di usia muda, obat tradisional parkinson, pencegahan penyakit parkinson, obat parkinson paling ampuh, makalah penyakit parkinson

Penyakit parkinson disebabkan oleh otak kekurangan dopamin sehingga kontraksi otot tidak terkendali. Hal demikian bisa saja terjadi bagi semua kalangan tidak terkecuali kalangan anak-anak, sebab jenis penyakit parkinson hanya terjadi pada sebagian besar kalangan lanjut usia.

Ketika neuron atau unit dasar sistem saraf terdiri dari sel-sel tubuh, dendrit (lengan) dan akson (jalur transmisi sistem tubuh manusia) secara keseluruhan di area otak manusia mengendalikan gerak tubuh manusia mengalami gangguan/rusak. Secara umum neuron yang mengontrol sistem gerak tubuh manusia sebagai produsen zat kimia otak yang di kenal sebagai dopamin. Akan tetapi neuron rusak atau mengalami gangguan maka produktivitas dopamine juga akan mengalami penurunan. Dengan kejadian tersebut, maka akan menjadikan masalah dalam hal pergerakan tubuh manusia terutama kalangan manula.

Dopamine (neurotransmitter yang memungkinkan pesan dilewatkan dari neuron atau unit dasar sistem saraf ke neuron lain melalui sinaps (celah kecil antara dua sel saraf). Dopamine memiliki tugas penting dalam mentransmisikan sinyal substansial dan beberapa daerah otak. Pengaruh keterikatan antara substransial nigra dan corpus striatum sangat penting menghasilkan gerkaan yang sangat halus dan terarah. Kekurangan dopamin di area tersebut menjadikan pola penembakan saraf yang tidak normal pada otak yang mengakibatkan terjadingan gangguan pada gerak tubuh.

Dopamin merupakan neurotransmiter yang membantu mengendalikan pusat rewards dan kesenangan otak . Dopamin juga membantu mengatur gerakan dan respons emosional, dan ini memungkinkan kita tidak hanya untuk melihat rewards, tapi juga mengambil tindakan untuk bergerak ke arah mereka. Kekurangan Dopamin mengakibatkan Penyakit Parkinson, dan orang dengan aktivitas dopamin rendah mungkin lebih rentan terhadap ketergantungan penyakit tersebut.

Penyakit parkinson disebabkan oleh otak kekurangan dopamin sehingga kontraksi otot tak terkendali. Orang dengan keluhan kesehatan penyakit parkinson senantiasa mengalami hilangkan ujung saraf yang memproduksi neurotransmitter norepinephrine. Norepinephrine, yang terhubung dengan dopamin merupakan utusan kimia utama dari sistem saraf simpatik. Sistem saraf simpatis mengendalikan banyak fungsi otomatis tubuh, seperti denyut jantung dan tekanan darah.

Hilangnya norepinephrine dapat membantu menjelaskan beberapa ciri  bukan gerakan penyakit Parkinson, seperti kelelahan, tekanan darah tidak teratur, penurunan motilitas lambung atau pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, dan hipotensi postural. Hipotensi postural merupakan penurunan tiba-tiba tekanan darah saat seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Hal demikian dapat mengakibatkan pusing, dan dalam beberapa kasus, kehilangan keseimbangan atau bahkan jatuh pingsan.

Sistem pergerakan tubuh terutama area anggota gerak lebih dikendalikan oleh serangkaian keputusan yang menyeluruh dengan melibatkan kelompok sel saraf yang saling terikat satu sama lain dengan nama ganglia. Informasi pusat otak yang di kenal sebagai striatum dengan kerja substransia nigra dengan mengirim impuls bolak-nalik dari sumsum tulang belakang ke otak. Ganglia basan dan otak kecil bertanggung jawab dalam memastikan gerakan dilakukan dengan cara yang halus dan sempurna.

Penyakit parkinson merupakan kelainan progresif yang mempengaruhi sel sarag di otak yang bertanggung jawab terhadap sistem gerak tubuh. Saat neuro produsen dopamine rusak, gejala seperti munculnya tremor, kelambatan, kekakuan, dan ganggan sistem gerak seimbang akan terganggu. Sel saraf di substantia nigra akan memproduksi dopamin neurotransmitter dan berfungsi menyampaikan pesan yang memberi keputusan dan mengendalikan gerak tubuh.

Dalam alasan yang belum di ketahui secara jelas, sel-sel saraf produsen dopamine dari substantia nigra mulai rusak pada sebagian besar kalangan manula. Jika sebagian besar dopamin hilang, gejala penyakit parkinson seperti munculnya tremor, kelambatan gerak, kaku dan gangguan keseimbangan pun da[at terjadi dengan sendirinya meski pun secara bertahap.

Penyakit parkinson merupakan kelainan fungsi otak dimana termasuk dalam neurodegeneratif sehingga mempengaruhi sebagian besar kalangan di bawah 60 tahun dan lebih mendominasi pada sebagian besar kalangan lebih dari usia 60 tahun bahkan lebih sering terjadi di kalangan wanita lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *