Hubungan Penyakit Parkinson dengan Sistem Saraf

penyebab penyakit parkinson, cara mengobati penyakit parkinson, penyakit parkinson, gejala parkinson di usia muda, obat tradisional parkinson, pencegahan penyakit parkinson, obat parkinson paling ampuh, makalah penyakit parkinson

Hubungan penyakit parkinson dengan sistem saraf tentunya sangat berkaitan erat pada kondisi reward seseorang baik pria atau pun wanita lanjut usia. Gejala penyakit parkinson yang merupakan penyakit degeneratif saraf dengan gejala adanya tremor pada jari tangan atau beberapa anggota badan pada saat sedang istirahat tanpa melalukan aktivitas apapun.

Jadi dapat dikatakan bahwa parkinson akan sangat sukar dalam bergerak, kaku tangan maupun kaki atau sedikit gemetaran sehingga penderita mudah terjatuh. Dalam hal ini banyak sekali gerakan-gerakan penderita yang mulai melambat karena akibat gangguan pada otak tersebut yaitu area sistem saraf pusat otak manusia.

Sebagian besar gejala penyakit parkinson termasuk komplikasi tingkat lanjut dari ensefalitis atau munculnya inflamasi pada jaringan otak baik sebagian atau secara menyeluruh. Berbagai faktor gejala ensefalitis secara spesifik lebih mendominasi kalangan lanjut usia dengan beberapa gejala seperti mual, muntah, sakit kepala sebelah, demam hingga nyeri otot. Tidak hanya itu gejala lain yang muncul akibat peradangan pada otak diantaranya kejang, penglihatan kabur, tidak sadar.

Kondisi ensefalitis atau peradangan pada otak di sistem saraf pusat tidak sekedar terjadi pada kalangan lanjut usia namun bisa juga kalangan anak-anaklah yang selama ini sistem kekabalan tubuh dalam melawan virus masih lemah atau belum maksimal. Gejala ensefalitis pada anak khususnya bayi seperti diantaranya demam, rewel, kejang-kejang atau juga campak.

Kasus peradangan pada sistem saraf pusat di otak disebabkan karena berbagai faktor salah satu diantaranya akibat infeksi virus. Berbagai infeksi virus bisa menjadi perantara terjadinya ensefalitis atau peradangan pada sistem saraf pusat otak. Maka mengenai ini terdapat sebuah ikatan atau hubungan penyakit parkinson dengan sistem saraf karena parkinson sendiri sebagai bagian dari komplikasi peradangan pada sejumlah sistem saraf pusat otak.

Jika membahas hubungan penyakit parkinson dengan sistem saraf pusat maka kondisi parkinson oleh para ahli dibedakan menjadi 2 bagian yakni parkinson primer dan parkinson sekunder. Penyakit parkinson primer adalah suatu ciri fisik parkinson dari dalam tubuh sebagai akibat kekurangan kadar dopamine dalam tubuh yang tidak dapat diketahui penyebab kekurangannya. Sedangkan penyakit parkinson sekunder diakibatkan faktor dari luar yang hingga kini masih dalam tahap kajian para ahli.

Penyakit parkinson termasuk pemicu reaksi sangat patal dan terus berlanjut dengan sindrome yang dapat dilihat dari sebuah pergerakan halus saat sedang istirahat (tremor) tanpa melakukan aktivitas yang memberatkan sama sekali. Selain itu gejala lainnya seperti kaku tubuh, lamban dalam mengingat sesuatu atau pikun dan masalah postur tubuh akibat kondisi parkinson yang dialaminya.

Faktor-faktor penyebab penyakit parkinson disease diantaranya :

Penyakit parkinson dapat terjadi karena sel saraf atau dikenal sebagai neuron yang ada dalam otak manusia dan disebut dengan substantia nigra mengalami penurunan fungsi atau tidak berfungsi sama sekali. Maka secara tidak langsung mengakibatkan penurunan produktivitas bahan kimia untuk kepentingan otak yang dinamakan dengan dopamin. Dopamin itu sendiri adalah bahan kimia otak yang perannya sebagai penghantar sinyal-sinyal listrik antara substantia nigra di sepanjang jalur sel saraf yang akan meningkatkan gerakan tubuh normal.

Adapun faktor lainnya yang berpotensi menyebabkan penyakit parkinson desease antara lain sebagai berikut :

Cedera pada bagian kepala akibat dari benturan benda atau pun riwayat pernah mengalami kecelakaan.

Tekanan psikis berupa emosional, perasan panik, gugup, depresi, trauma dan berhalusinasi berkepanjangan.

Faktor usia juga sangat mendukung terjadinya gejala penyakit parkinson.

Ras. Pada kebanyakan kasus penyakit parkinson lebih sering dialami oleh ras berkulit putih terutama masyarakat yang tinggal di Amerika dan Eropa termasuk Asia. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa ras masyarakat yang berkulit hitam pun tidak luput dari kondisi penyakit parkinson seperti yang terjadi pada sebagian besar bangsa Afrika.

Faktor keturunan. Faktor keturunan juga bisa mewakili potensi besar untuk terjadinya gejala penyakit parkinson dimana suatu pewarisan sifat dan seluruh keadaan yang diturunkan oleh orang tua pada generasi selanjutnya.

Racun saraf misalnya sebagai akibat dari gaya hidup sangat buruk dengan memasukan racun saraf dalam tubuh diantaranya obat halusinasi (zat narkotika dan psikotropika) serta jenis golongan obat perangsang.

Berbagai gejala yang selama ini sering dialami oleh kalangan lanjut usia dengan kondisi cukup patal dari adanya penyakit parkinson, berikut adalah gejalanya :

Tremor pada jari tangan

Tremor pada penyakit parkinson sama sekali tidak ada hubungannya dengan tremor akibat perasaan gugup atau panik. Tremor pada penyakit parkinson hanya terjadi ketika pasien sedang duduk istirahat tanpa mengangkat benda apapun dengan ciri berupa getaran pada jari tangan layaknya sedang menghitung uang logam. Bahkan ada juga tremor parkinson yang mengakibatkan sedikit pergerakan pada area kepala penderita saat istirahat.

Ciri lainnya yang berkaitan dengan tremor dimana pasien parkinson akan terlihat jelas dari penulisan di kertas yang awalnya bagus tetapi lama kelamaan berubah kacau layaknya tulisan anak kecil baru belajar menulis.

Kaku dalam pegerakan

Sebagian besar penderita parkinson desease akan mengalami kekakuan pergerakan dalam menjalani semua aktivitasnya. Hal tersebut sebagai akibat dari melemahnya oto-otot dan sistem saraf yang mengalami gangguan di area pusat otak.

Penurunan Fungsi Pergerakan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kaku pergerakan tubuh dari gejala penyakit parkinson akan memicu penurunan atau melambatnya pergerakan seperti sangat sulit untuk berjalan, berlari bahkan tidak mampu untuk berdiri. Maka dari itu banyak para penderita parkinson yang selalu memanfaatkan kursi roda ataupun alat bantu untuk berjalan.

Kekacauan dalam berbicara

Sering kali kalangan manula yang mengalami gejala parkinson selalu berbicara tidak karuan atau terus mengulang kata-kata dimana dirinya merasakan suatu tekanan emosional yang menyebabkan kerancuan dalam berbahasa.

Masalah dalam postur tubuh

Gejala yang sangat jelas dilihat bagi sebagian kecil penderita parkinson adanya bentuk postur tubuh yang tidak sesuai berupa punggung yang membungkuk, keseimbangan tidak terkendali sehingga mudah terjatuh dan ayunan tangan berkurang karena kekakuan otot.

Dalam hal ini gejala lainnya dari penyakit parkinson berupa sistem indra penciuman yang berkuang, mudah lelah, sukar dalam buang air besar atau buang air kecil, kaku dan nyeri di area leher, sering jenuh, pola tidur yang buruk, mudah lupa, kelainan dalam mengawali tindakan, berkeringat secara berlebih serta sangat sukar untuk menelan makanan.

Tekhnik-tekhnik dalam membantu meredam gangguan penyakit parkinson berdasarkan sumber kajian para ahli diantaranya sebagai berikut :

↔ Mengurangi makanan berlemak tinggi. Para ahli percaya dan telah membuktikan bahwa makanan dengan kadar lemak cukup tinggi maka berisiko pada gangguan pada sistem saraf termasuk gejala parkinson desease.

↔ Menganalisa lebih lanjut tentang adanya cedera atau efek traumatis pada otak dengan ahli medis.

↔ Membatasi aktivitas yang berhubungan langsung dengan bahan kimia.

↔ Membatasi konsumsi zat perangsang dan narkotika. Selain itu untuk mengurangi kecanduan merokok dan minum minuman berkafein tinggi seperti kopi.

↔ Melakukan aktivitas sebagaimana orang normal pada umumnya misalnya olah raga yang cukup ringan dengan tidak memaksakan aktivitas secara berlebihan.

↔ Memperbanyak asupan nutrisi yang alami seperti sayuran dan buah-buahan segar setiap harinya.

↔ Melakukan kegiatan positif seperti memulai belajar sendi bernyanyi, melukis, bermain alat musik dan menyalurkan hobi lainnya.

↔ Membatasai tekanan psikis atau mental berupa melakukan kegiatan menenangkan pikiran atau mengurangi stres.

↔ Melaksanakan latihan atau terapi oleh psiotheraphy yang nantinya akan membantu penderita mengurangi gejala parkinson yang di derita.

↔ Membatasi konsumsi produk olahan susu

Dalam kajian para pakar kesehatan menelaah secara detail bahwa produk olahan susu akan meningkatkan potensi serangan penyakit parkinson pada sebagian besar kalangan lanjut usia.

↔ Senantiasa mengonsumsi obat-obatan khusus untuk membantu kesembuhan gejala penyakit parkinson yang diberikan sesuai resep dokter.

Demikian beberapa ulasan mengenai hubungan penyakit parkinson dengan sistem saraf pusat yang selama ini menjadi hal yang sangat umum terjadi di negara kita. Mudah-mudahan dengan adanya pembahasan kali ini bisa memberikan gambaran bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan gangguan pada otak akan berpengaruh pada fungsi-fungsi organ tubuh lainnya. Semoga uraian kali ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Silahkan anda kunjungi pula artikel seputar pembahasan parkinson di bawah.

Cara Menghilangkan Gangguan Tremor Tanpa Obat

Hubungan Penyakit Parkinson dengan Demensia

Pengobatan Penyakit Parkinson Secara Alami

Penggolongan Obat Anti Parkinson Berdasarkan Cara Kerjanya

Penyakit Parkinson Disebabkan oleh Neurotransmitter


Posted By : Penyakit Parkinson